Cara Mudah Mengatasi Memori Penuh

 

Sekarang ini, salah satu pemberitahuan yang paling menyebalkan selain tidak ada koneksi internet adalah memori penuh. Ketika hendak merekam video, mengambil foto, mengunduh konten dari internet, bahkan ketika sedang mendonwload file yang sudah hampir kelar, tiba-tiba ada pemberitahun bahwa memori penuh. Pasti kesal jadinya.


Lalu, kenapa hal tersebut bisa terjadi? Padahal sekarang ini perkembangan memori penyimpanan sudah maju. Ukuran memori microSD dengan kapasitas lebih dari 100 GB bukan hal luar biasa lagi, pun dengan memori internal yang sudah lepas dari ukuran belasan GB.

 

Intinya sama saja. 1 film untuk 1 keping cakram. Bedanya, kualitasnya lebih baik dari sebelumnya. Artinya apa? Perkembangan teknologi penyimpanan berbanding lurus dengan file-file dengan konten yang lebih baik dan tentunya akan lebih banyak memakan ruang memori.
 
 
Hal ini juga menimpa benda penyimpanan yang ada pada smartphone, baik internal ataupun internal.
 

Mengatasi Penyimpanan Penuh pada Ponsel

Mari kita selesaikan masalah memori penuh ini dengan cara paling mudah.

Ganti Baru


 

Simpel dan mudah. Ganti baru. Jika memori eksternal kalian berukuran 16 GB sudah penuh, itu saatnya ganti dengan yang baru, tentunya dengan kapasitas yang lebih besar. Misal 32 GB atau 64 GB.
 
 
Namun, cara ini hanya untuk jangka pendek saja. Satu bulan, dua bulan, atau beberapa waktu kemudian, mungkin kalian akan mengalami masalah yang sama lagi. Memori penuh. Lalu hati ini kapan penuhnya?

Hapus

 

 

Iya, hapus. Atau bahkan, format memori kalian agar kosong melompong. Itu cara mudahnya. Tapi, aku sarankan bersikap bijak juga.

 

Kita bisa menghapus aplikasi-aplikasi yang tak kita butuhkan lagi, atau yang jarang kita gunakan. Jika masih sayang, coba hapus cache dan datanya saja pada setting. Tapi hati-hati, karena dapat menghapus file yang harus kita download ulang ketika sudah kita hapus. Seperti stiker Line, atau file-file pemanis pada PicArts.
 

Simpan ke Tempat Lain

 

 

Jika tidak tega melakukan penghapusan, atau memang file-file yang ada pada memori semuanya penting, maka simpanlah di tempat lain. Istilahnya lainnya back-up.

 

Bisa simpan pada harddisk laptop atau PC yang memang memiliki kapasitas besar. Atau bisa juga kita simpan pada Flashdisk. Beberapa smartphone sudah support OTG yang bisa membaca Flashdisk.

 

Atau, bisa juga menyimpannya pada layanan Clouds. Seperti Google Foto yang menyediakan ruang sebesar 15 GB untuk menyimpan foto dan video. Kita bisa menyimpannya di sana dan menghapus semua file yang berada di memori. Tapi hati-hati dengan kuota. Saya sarankan nyari Wi-Fi gratisan saat melakukan up-load.

Kompres

 

 

Benar, file-file yang cukup besar bisa di kompres menjadi lebih kecil. Tapi file hasil kompresan ini kebanyakan kualitasnya jadi menurun. Seperti file MP3 320kbps yang bisa lebih dari 10MB, bisa dikompres jadi 3 MB-an dengan menurunkan birate-nya jadi 128kbps.

 

Sama halnya seperti video. Video berukuran 1080p tentu ukurannya lebih besar dari 480p. Namun, beberapa encode bisa membuat file video yang besar jadi kecil tanpa mengurangi kualitasnya.

 

Mungkin ada yang pernah menemukan file film kualitas HD dengan ukuran 3 GB, tapi di tempat lain ukurannya hanya 320 MB dengan kualitas yang sama. File yang terakhir itu adalah file hasil encode. Dan kebanyakan file berukuran kecil ini berekstensi mkv.

 

Namun, saya sarankan jangan banyak berharap banyak, karena tidak semua smartphone yang beredar sekarang ini dapat memutar file mkv kualiatas HD dengan lancar, meski menggunakan aplikasi pemutar video paling canggih pun.

Konklusi

Intinya, kita tidak bisa sepenuhnya menghilangkan masalah memori penuh ini, tapi kita bisa mengatasinya dengan bijak dan pintar, agar tidak ada lagi notifikasi menyebalkan saat hendak menyimpan sebuah file.

Verification: 10ef2348b5c96cd8